Karan Kumar

Mahasiswa iOS Student Developer Program
Galgotias University, Class of 2025

Dibesarkan dalam keluarga yang para perempuannya terbiasa membicarakan masalah kesehatan secara terbuka, Karan Kumar tidak pernah canggung mendiskusikan berbagai hal yang menurutnya berdampak pada dunia di sekitarnya. Namun, diskusi mengenai topik menstruasi dan kesehatan emosional sering kali berakhir dengan rasa tidak nyaman dan keheningan alih-alih mendapat dukungan. Melihat bahwa perempuan tidak selalu memiliki akses yang mudah dan privat untuk mencari bantuan, Karan pun bertekad untuk menciptakan solusinya.

Sebagai mahasiswa yang jeli, kesenjangan tersebut mendorong mahasiswa Galgotias University ini mendaftar iOS Student Developer Program, tempatnya mengembangkan dan meluncurkan Sakhi, aplikasi kesehatan perempuan yang dirancang untuk memberikan bantuan praktis, informasi tepercaya, dan bantuan darurat di saat-saat dukungan sangat dibutuhkan.

"Karena topik kesehatan menstruasi sering dianggap tabu, awalnya saya sempat ragu," akunya. “Saat saya menyadari betapa banyak perempuan di sekitar saya yang enggan membahas tentang masalah kesehatan mereka, saya merasa ini adalah masalah yang penting untuk dicari solusinya.”

Empat orang mahasiswa tampak berkumpul mengelilingi sebuah MacBook sambil berdiskusi satu sama lain.

Sakhi, sebuah kata dari bahasa Hindi yang berarti teman wanita tepercaya, didesain tak hanya dengan mempertimbangkan kode pemrograman namun juga konteks budaya. Ketika seseorang berada jauh dari rumah atau mendadak kehabisan pembalut, aplikasi ini memungkinkan mereka meminta bantuan secara diam-diam dari pengguna terdekat saat itu juga. Aplikasi ini juga memberikan panduan kesehatan dan pemeriksaan kondisi emosi, dengan tetap mengutamakan privasi. Fitur opsional pelacakan siklus juga tersedia, tetapi fitur tersebut bukanlah fungsi utama dari aplikasi ini.

“Tujuannya bukan untuk membuat aplikasi pelacak menstruasi yang baru lagi,” jelas Karan. “Saya ingin Sakhi bisa hadir sebagai pendamping tepercaya, solusi yang bisa diandalkan saat pengguna membutuhkan bantuan.”

Tampilan dari balik bahu seseorang yang sedang mengetik di MacBook yang menjalankan Xcode, sementara seseorang memegang iPhone yang menampilkan aplikasi Sakhi, yang juga ditampilkan di MacBook.

Setelah proses seleksi yang ketat, para mahasiswa berpartisipasi dalam bootcamp iOS selama lima hari. Di sana, Kumar bertemu dengan mahasiswa lain, Arpita Gupta, dan mulai mematangkan rumusan masalah untuk Sakhi: mengurangi stigma seputar kesehatan menstruasi dengan menciptakan ruang digital yang privat tempat para perempuan dapat meminta bantuan dan mendapatkan dukungan tanpa perlu merasa dihakimi.

Kumar membangun solusi atas masalah tersebut dalam iOS Student Developer Program menggunakan perangkat dan sumber daya pembelajaran Apple, dengan dukungan dari Infosys. Di sana, para mahasiswa belajar melalui pendekatan berbasis proyek yang aktif, alih-alih metodologi tradisional. Mereka memperoleh pengalaman langsung dengan rangkaian alat pengembang dan sumber daya desain Apple, yang menantang mereka untuk mengidentifikasi masalah secara jelas, memahami nuansa budaya, dan memetakan dengan tepat siapa target pengguna mereka — semuanya sebelum menulis satu baris kode pun. Bagi Kumar, proses ini sangat esensial dalam menerjemahkan motivasi personalnya yang mendalam menjadi sebuah produk akhir yang terarah dan siap guna.

Karan berperan sebagai pemimpin tim, dengan berfokus pada desain UI dan UX serta pengembangan iOS. Arpita memberikan kontribusi dalam riset pengguna awal dan wawasan terkait kesehatan, yang membantu tim untuk tidak hanya berfokus pada kode, melainkan memahami kebutuhan nyata dari perempuan yang nantinya akan menjadi pengguna aplikasi tersebut.

Seiring berjalannya proses pengembangan, mereka menyadari bahwa diperlukan lebih banyak perspektif di luar bidang rekayasa teknik. Masukan dari tenaga medis, pengujian pengguna, dan umpan balik berkelanjutan berperan penting dalam merumuskan fungsi dan alur kerja aplikasi. Proses ini menegaskan kembali betapa pentingnya kolaborasi dan mendengarkan masukan dengan cermat selama masa pengembangan.

Berbagai fitur dalam aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu pengguna menghadapi momen-momen sensitif secara privat dan penuh kontrol. Mengingat adanya data kesehatan pribadi yang terlibat, Karan beserta tim mengutamakan privasi, keamanan, serta desain yang cerdas sejak awal. Untuk memenuhi standar tersebut, mereka mempercayakannya pada Apple.

Dua mahasiswa tersenyum hangat sambil melihat MacBook yang terbuka di ruangan yang cerah dan berudara segar.

iOS Student Developer Program menyediakan struktur, alat, dan bimbingan yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah ide ambisius menjadi nyata. Dengan menggunakan Swift dan Xcode, para mahasiswa ini berhasil mengembangkan Sakhi dari sebuah konsep menjadi aplikasi siap pakai, dan meluncurkannya di App Store tidak lama setelah lulus dari program tersebut. Hanya dalam hitungan hari, aplikasi ini langsung mendapatkan pengguna dan terus berkembang seiring bertambahnya pengguna dan kasus penggunaannya.

Bagi Kumar, hasil terpenting dari program ini bukanlah peluncurannya di App Store, tetapi tanggung jawab yang terkandung di dalamnya. Sakhi menjadi aplikasi yang dapat diandalkan dalam situasi rentan, menghubungkan karyanya secara langsung dengan kebutuhan yang menginspirasi Kumar pertama kali.

Aplikasi ini menjadi contoh nyata dari tujuan diciptakannya iOS Student Developer Program: memberikan kesempatan bagi para mahasiswa yang bersemangat dan berdedikasi tinggi untuk mengidentifikasi masalah nyata dan menciptakan solusi yang berlandaskan pada kehidupan mereka. “Program ini membantu saya berkembang, bukan sekadar sebagai pengembang, melainkan juga sebagai seorang perancang,” ujarnya. “Saya belajar betapa pentingnya mendengarkan umpan balik dan membangun sesuatu sepenuh hati.”

Saat ini, Karan bekerja sebagai Pengembang iOS, dengan menerapkan pendekatan yang sama dalam pemecahan masalah — mengedepankan empati serta rasa hormat bagi para pengguna di balik layar.

iOS Student Developer Program mendukung banyak mahasiswa bersemangat lainnya di universitas-universitas di seluruh India. Baca kisahnya

SEMUA KISAH

Menjadikan siswa sukses di setiap tingkatan.

Telusuri semua Kisah Sukses

Apple dan Mahasiswa

Temukan bagaimana mahasiswa menggunakan perangkat Apple untuk menggapai aspirasi dan mewujudkan ide-ide mereka.

Selengkapnya